Setiap langkah yang kita ambil, setiap lompatan, dan setiap gerakan olahraga memberikan tekanan mekanis yang signifikan pada sistem rangka. Di sinilah peran vital tulang rawan sebagai sistem amortisasi atau peredam kejut alami bekerja. Tanpa lapisan pelindung ini, tulang akan saling bergesekan, menyebabkan keausan yang cepat dan ketidaknyamanan yang ekstrem.
Secara biomekanik, tulang rawan berfungsi dengan cara mendistribusikan beban secara merata ke seluruh permukaan sendi. Ketika tekanan diberikan, air yang terperangkap dalam matriks tulang rawan akan bergeser, memungkinkan jaringan untuk sedikit berubah bentuk dan menyerap energi benturan. Segera setelah tekanan dilepaskan, tulang rawan akan kembali ke bentuk semula. Kemampuan untuk menyerap dan mendistribusikan beban ini melindungi integritas ujung tulang dari dampak keras. Dengan memahami fungsi perlindungan ini, kita dapat lebih bijaksana dalam memilih aktivitas fisik yang mendukung kesehatan jangka panjang tanpa membebani kapasitas alami peredam kejut tubuh kita.